Banyak pengusaha pemula bertanya-tanya, berapakah modal pendirian PT di tahun 2026? Sejak berlakunya UU Cipta Kerja, aturan mengenai modal PT telah menjadi jauh lebih fleksibel. Kini, besaran modal tidak lagi dipatok di angka minimal tertentu seperti regulasi lama, melainkan ditentukan berdasarkan kesepakatan para pendiri. Namun, ada aspek teknis dan legalitas yang harus diperhatikan agar modal tersebut “diakui” oleh perbankan dan pemerintah. Artikel ini akan memandu Anda memahami struktur modal yang ideal agar bisnis Anda sah dan memiliki kredibilitas tinggi.
Memahami Struktur Modal PT: Dasar vs Disetor
Sebelum menentukan angka, Anda wajib membedakan dua jenis modal dalam akta pendirian perusahaan:
| Jenis Modal | Penjelasan |
|---|---|
| Modal Dasar | Total nilai saham perusahaan yang mencerminkan “kekuatan” PT (ditentukan berdasarkan kesepakatan). |
| Modal Disetor | Dana yang wajib dimasukkan ke kas perusahaan (minimal 25% dari Modal Dasar). |
Pertimbangan dalam Menentukan Modal
- Skala Usaha (Mikro/Kecil/Menengah/Besar): Penentuan modal di sistem OSS RBA harus selaras dengan skala usaha Anda.
- Kebutuhan Tender/Proyek: Jika PT didirikan untuk ikut tender, perhatikan persyaratan modal minimal yang diminta oleh pemberi proyek.
- Kebutuhan Perbankan: Bank biasanya melihat modal disetor sebagai parameter kesehatan finansial perusahaan saat pengajuan rekening giro atau kredit.
Solusi Legalitas bersama Jangkar Groups
Menentukan modal adalah keputusan strategis. Jangkar Groups tidak hanya mengurus dokumen, kami memberikan konsultasi agar PT Anda memiliki struktur modal yang ideal untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang:
- ✅ Analisis Kebutuhan Modal: Kami bantu hitung modal yang pas untuk skala bisnis Anda.
- ✅ Audit Kesesuaian KBLI: Memastikan modal yang Anda tetapkan memenuhi syarat perizinan sektor usaha.
- ✅ Proses Legal yang Efisien: Pengurusan cepat dan data sinkron hingga ke sistem OSS & Perpajakan.
FAQ: Modal Pendirian PT
Apakah modal disetor harus tunai di bank?
Secara hukum, modal disetor harus dibuktikan dengan bukti setoran ke rekening perusahaan. Kami akan mendampingi Anda memastikan proses ini sesuai standar.
Apa risiko jika modal disetor tidak sesuai?
Ketidaksesuaian antara data di akta dan bukti setor dapat menyebabkan masalah audit di kemudian hari dan menghambat proses administrasi perbankan/perpajakan.
Chat via WhatsApp